Resiko Asuransi Pendidikan Anak Yang Harus Diperhatikan

asuransi pendidikan anakDewasa ini, asuransi untuk pendidikan mulai banyak dibeli oleh masyarakat Indonesia. Mereka menyadari bahwa semakin hari biaya pendidikan terus meningkat. Oleh sebab itu, banyak orangtua yang berpkir untuk melakuakn invetasi sejak dini dengan menggunakan produk asuransi. Pasalnya, dari pada hanya menabung dalam bentuk tabungan biasa, lebih baik berinvestasi agar mendapatkan keuntungan. Meski menguntungkan, Anda harus memperhatikan bahwa memilih asuransi juga memiliki resikonya tersendiri. Berikut beberapa resiko asuransi pendidikan anak yang perlu Anda ketahui.

1. Asuransi Pendidikan Anak Beda Dengan Menabung

Ketika Anda memilih menempatkan dana Anda  untuk biaya pendidilan maka uang tersebut akan diinvestasikan kembali oleh pengelolah dana asuransi Anda ke instrumen-instrumen investasi. Nah, instrumen seperti saham, obligasi, dan reksa dana ini memiliki resiko investasi yang tidak sedikit. Bila perusahaan pengelolah inbestasi Anda terpercaya dan berjalan baik, maka memilih asuransi adalah pilihan yang tepat untuk Anda. Namun, jika tidak demikian maka ada sebaiknya tidak perlu menempatkan dana Anda di asuransi tersebut.

2. Banyak Potongan Biaya

Dana asuransi biaya pendidikan dibayarkan setiap bulannya, namun bukan berarti sepenuhnya akan dinvestasikan. Dana tersebut akan dipotong berbagai macam biaya administrasi dan komisi. Pemotongan biaya ini akan terjadi pada 5 tahun pertama sejak Anda membeli produk ini. Sayangnya, potongan ini terlampau besar, sehingga dana yang tersisa untuk investasi sesungguhhnya menjadi sangat sedikit. Oleh sebab itu, orang tua harus bersabar dan siap mendapatkan hasil investasi yang kecil di lima tahun pertama.

3. Uang Pertanggungan Relatif Kecil

Ketika Si Anak harus kehilangan orangtuanya karena meninggal dunia, maka ia akan mendapatkan dana pertanggungan. Akan tetapi, jumlah dana tersebut relatif kecil untuk sebuah investasi. Nah, kesalahan ini lah yang biasanya sering sekali terjadi, pada orang tua tidak memperhatikan, bahkan tidak menyadari, perihal ini. Mereka hanya fokus pada nilai investasi yang bisa dicapai dengan dana pendidikan tersebut. Sehingga mereka tidak menyadari bahwa resiko uang pertanggungan yang minim tidak akan mampu membiayai pendidikan anaknya kelak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *