Tips Mencuci Batik Kesayangan Anda

 Baju batik memang menjadi pakaian yang paling pas untuk digunakan diberbagai acara. Mulai dari acara formal, semi-formal, hingga pakaian sehari-hari. Selain sebagai baju, kain batik pun bisa dijadikan jenis pakaian lain seperti celana, selendang, atau outer. Jadi, Anda tidak akan pernah bosan menggunakan batik dengan model yang itu-itu saja.

     Ketika Anda memiliki batik, jangan lupa untuk memerhatikan cara mencuci dan penyimpanannya. Pasalnya, merawat warna batik lebih sulit dibandingkan pakaian lainnya. Oleh karena itu, terapkan empat tips mencuci batik berikut ini untuk menjaga tampilan batik kesayangan Anda , yuk!

Jangan menggunakan mesin cuci

Aktivitas mencuci pakaian bagi sebagaian orang adalah pekerjaan yang memerlukan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Apa lagi ketika harus mencuci secara manual. Karenanya banyak orang yang memilih untuk mencuci dengan mesin cuci atau langsung mengirimnya ke laudry. Meski mempercepat prosesnya, hal ini tidak berlaku untuk batik. Mencuci batik sebaiknya dilakukan secara manual dengan tangan. Hal ini berguna untuk mencegah kerusakan pada tekstur dan warna batik. Apa lagi jika batik yang Anda cuci merupakan batik tulis. Tentu Anda tidak mau dong jika batik kesayangan Anda warnanya memudar dan menjadi rusak?

Hindari penggunaan detergen

Salah satu faktor yang membuat warna baju cepat pudar adalah penggunaan detergen. Bagi beberapa jenis kain, detergen merupakan musuh terbesar mereka karena dapat menyebabkan kerusakan pada serat kain dan juga memudarkan warna kain, termasuk batik. Untuk mencuci batik, sebaiknya hindari penggunaan detergen dan pelembut pakaian. Kandungan kimia dari kedua benda tersebut sangat keras, sehingga akan cepat mengikis warna pada kain batik. Sebagainya, gunakan sabun khusus untuk mencuci kain batik. Atau Anda bisa menggunakan kulit jeruk dan buah lerak sebagai pengganti detergen.

Jangan memeras batik

Memeras pakaian memiliki tujuan agar proses penjemuran lebih cepat selesai, karena air yang ada di pakaiannya sudah dibuang sebelumnya. Namun, jika Anda melakukan hal ini saat mencuci batik, Anda melakukan tindakan yang salah. Memeras batik hanya akan membuat kain cepat rusak. Cukup gantung batik Anda setelah dicuci dan biarkan air yang masih tersisa dibaju menetes dan kering dengan sendirinya.

Katakan tidak pada sinar matahari langsung

Menjemur pakaian di bawah terik sinar matahari memang akan membuatnya cepat kering, tapi hal ini juga akan mempercepat pudarnya warna pada pakaian Anda. Oleh karena itu, setelah mencuci batik, jangan pernah menjemurnya di bawah sinar matahari langsung. Cukup jemur batik di tempat teduh atau dengan cara di angin-anginkan. Dengan begitu, warna batik Anda karena lebih awet dan selalu terlihat seperti baru.

Penerapan Motif Batik Selain Pada Kain

Selama ini, batik sangat identik dengan kain. Padahal, motif batik bisa diterapkan pada elemen lain seperti pada kayu, kanvas, atau benda lainnya. Seiring perkembangan teknologi dan zaman, corak batik kini dilukis diberbagai media. Bahkan, benda-benda ini memiliki banyak penggemar dan laku di pasaran. Berikut penerapan motif batik pada media selain kain.

Topeng

Biasanya, topeng identik dengan motif abstrak yang menunjukan wajah manusia yang dilukis dengan tangan. Sekarang, topeng dipadukan dengan motif batik khas Indonesia. Motif ini dilukis dalam media kayu dengan menggunakan canting dan lilin malam, seperti membatik pada umumnya, karena kayu memiliki pori-pori di permukaannya, sehingga tidak akan sulit melukis di atas kayu dengan canting. Selain pada topeng, media kayu lain yang bisa digunakan bisa berbentuk gantungan kunci, nampan, tatakan gelas hingga sandal dari kayu.  

Desain interior

Menata rumah idaman Anda sendiri memang kegiatan paling menyenangkan. Nah, jika ingin nuansa rumah Anda terasa Jawa, mungkin Anda bisa memasukan unsur batik padadesain interior rumah Anda. Anda bisa menerapkan wallpaper atau lantai bermotif batik. Untuk menambah kesan Jawa yang lebih kental, mungkin Anda bisa menambahkan ukiran-ukiran kayu khas jawa engan motif bunga atau pohon yang mirip dengan motif batik. Di jamin, nuasa rumah Anda akan terasa beda dan sangat klasik.

Keramik

Jika Anda menyukai pajangan seperti guci, kemarik, atau piring lukisan, mungkin Anda bisa memiliki keramik dengan motif batik. Selain pada kain, motif ini juga bisa diterapkan ke dalam seni keramik. Bagi Anda yang suka dengan apa pun yang berbau batik, sepertinya Anda wajib memiliki salah satu keramik dengan corak batik yang menawan.

Lukisan

Sebuah lukisan biasanya memuat gambar buah, hewan, pemandangan, orang, hingga gambar abstrak. Nah, motif batik pun bisa di implementasikan di atas kanvas dan menjadi lukisan yang indah. Mungkin Anda bisa melukis beragam motif dalam satu lukisan, atau hanya melukis satu motif yang paling Anda sukai. Lukisan ini sangat cocok di pajang di ruang tamu, dapur, hingga kamar tidur.

2 Kolektor Batik Asal Indonesia

Hobi orang memang bermacam-macam, mulai dari hobi memasak, hobi menggamabr, hingga hobi mengumpulkan barang-barang. Bagi mereka yang memiliki hobi mengumpulkan sesuatu, biasanya memilih benda-benda yang unik seperti barang antik, perangko, hingga kain nusantara yang langka. Berbicara kain nusantara, ternyata Indonesia memiliki kolektor yang gemar mengoleksi batik-batik langka. Para kolektor batik ini sengaja mengumpulkan batik karena suka dengan motifnya dan juga ingin menjadi sosok yang sangat Indonesia. Yuk, simak informasi mengenai dua kolektor batik asal Indonesia di sini.

Kusuma Danang

Kusuma Danang adalah pria berusia 37 tahun yang berasal dari Temanggung, Jawa Tengah. Dia sangat mencintai Indonesia, oleh karena itu dia membuktikan kecintaannya dengan cara mengoleksi batik yang ada di seluruh penjuru wilayah Indonesia. Alasannya memilih mengoleksi batik karena keindahan motif dan nilai seni yang tinggi dari setiap goresannya. Mulai mengoleksi batik dari tahun 1999, kolektor batik ini telah memiliki 70 batik dengan berbagai motif yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia. Koleksinya batiknya rata-rata berasal adri Yogyakarta, Cirebon, Semarang, Madura, hingga Papua.

Mengoleksi batik bukanlah pekerjaan yang mudah, Kusuma harus rela mengeluarkan uang yang tak terhitung lagi untuk mendapatkan kain batik yang diinginkannya. Bahkan, untuk sebuah kain batik, dia pernah mengeluarkan uang puluhan juta rupiah. Dari sekian banyak koleksinya, batik khas Imogiri Kabupaten Bantul lah yang menjadi favoritnya. Pasalnya, batik produksi daerah ini sangat halus dan memiliki nilai yang sakral.

Hartomo Sumarsono

Hartono Sumarsono adalah satu dari sekian kolektor batik Indonesia. Dia lahir di Arjawinangun, Cirebon 64 tahun lalu. Awalnya, ia hanya prihatin dengan eksistensi batik yang sering di klaim oleh negara asing. Untuk mencegah hal tersebut, Hartono berpikir untuk menjadi seorang kolektor batik dengan motif kuno agar tetap lestari. Sejak saat itu, dia mulai mengumpulkan kain batik dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, mulai dari Madura, Lasem, Kudus, hingga Banyumas. Tanpa terasa, saat ini jumlah koleksinya telah menyentuk anggka 1.000 batik.

Selain sebagai kolektor batik, Hartono menempuh jalan lain untuk melestarikan motif-motif batik kuno asal Indonesia. Dia bekerja sama dengan 40 pengerajin batik yang berasal dari Pekalongan untuk membuat ulang batik-batik langka ini. Setelah dua bulan, Hartono dan pengerajin batik lainnya terlah berhasil membuat 13 potong batik dengan motif langka.

Inspirasi Mix and Match Batik ala Selebgram

Kain khas Indonesia seperti batik sangat kental dengan dengan image formal dan kaku. Bahkan, saat menggunakan batik, kesan tua akan muncul tiba-tiba. Padahal, Anda bisa membuat batik menjadi pakaian yang casual dan cocok untuk digunakan sebagai pakai sehari-hari. Sebagai inspirasi, mungkin Anda bisa mengintip gaya mix and match batik ala selebgram Indonesia di artikel berikut ini.

Sonia Eryka

Sebagai salah satu selebgram dengan ribuan followers, tentu saja tampinal Sonia kerap ditiru oleh penggemarnya. Oleh sebab itu, ia harus cerdas memadupadankan pakaian yang dikenakan agar terlihat cantic dan menarik. Dengan kemampuannya ini, Sonia berhasil membuat batik menjadi pakaian casual yang terlihat santai sekaligus anggun. Ia pernah mengenakan dress batik bewarna pink dengan model helter neck dress. Dengan dress tersebut, Sonia berhasil menciptakan kesan santai dan innocence. Jika Anda memiliki tubuh yang mungil, mungkin gaya mix and match batik ala Sonia bisa menjadi inspirasi Anda.

Dwi Handayani

Biasanya kain atau rok batik hanya digunakan untuk acara formal seperti pernikahan. Tetapi, Dwi berhasil mengubah statement tersebut dengan melakukan mix and match yang instagramable. Ia memadukan rok batik bewarna coklat dengan blouse berlengan flare dengan bewarna senada. Hasil mix and match yang ia lakukan berhasil membuat tampilan batik menjadi lebih santai, namun tetap elegan. Tampilan seperti ini bisa Anda kenakan saat menghadiri meeting atau datang ke acara semi-formal, lho.

Anazsiantar

Saat ini motif dan model batik kian modern. Bila dulu batik hanya dibuat menjadi baju, rok, atau celana, sekarang batik pun dibuat menjadi outer yang sangat cantik dan elegan. Anaz pun setuju dengan inovasi ini. Ia mengenakan outer batik yang di mix and match dengan inner bewarna putih polos. Hasilnya, ia terlihat menawan dan fashionable. Jika Anda ingin melakukan mix and match batik seperti ini, jangan lupa untuk memadukan sepatu yang pas agar tampilan Anda terlihat seimbang, ya.

Dian Pelangi

Menjadi salah satu desainer baju terkenal Indonesia, tentu saja Dian Pelangi memiliki kemampuan mix and match baju yang tidak terbatas, termasuk saat mengenakan batik. Dian sering menggunakan batik dalam bentuk outer sebagai pakaian sehari-hari. Cukup mix and match batik Anda dengan inner bewarna polos dan celana berpotongan lurus, maka tampilan Anda akan terlihat casual sekaligus manis. Mungkin, Anda bisa menggunakan tampilan ini untuk pergi ke kantor, kuliah, atau hangout bersama teman.

3 Daerah Penghasil Batik Terkenal di Luar Pulau Jawa

Batik dikenal sebagai karya seni khas Indonesia yang sangat Indah dan memiliki filosifi di setiap motifnya. Maka tidak salah jika kain ini masuk ke dalam karya seni bernilai tinggi milik nusantara. Pada awalnya, batik hanya digunakan oleh kaum bangsawan dengan peraturan yang amat ketat, namun seiring ebrkembangnya zaman, batik boleh dikenakan oleh siapa pun.

Saat Anda ingin membeli batik berkualitas, mungkin Anda akan langsung mendatangi kota batik seperti Solo, Pekalongan, Cirebon, atau Yogyakarta. Akan tetapi, tidak banyak yang tahu bahwa Indonesia memiliki daerah yang menghasilkan batik yang berada di luar pulau Jawa. Berikut daftar daerah penghasil batik di luar pulau Jawa yang bisa Anda kunjungi.

Batik Bali

Menjadi destinasi wisata paling populer di Indonesia, ternyata Bali termasuk daerah penghasil batik nusantara. Meski terbilang baru di dunia perbatikan, batik Bali tidak kalah bermutu dengan kawasan lainnya. Motif dan desain lokal asal Bali dipadukan dengan apik dengan teknik pewarnaan alami. Motif batik asal pulau Dewata ini cenderung menyesuaikan dengan motif batik modern yang ada saat ini. Namun, motifnya di dominsi oleh pohon, bunga, kupu-kupu, burung dan ikan. Meski menyerap desain batik dari luar, Anda tetap bisa merasakan ciri khas Bali di kain batik ini.

Batik Madura

Batik Madura memiliki karakter batik tulis yang kuat dan memiliki warna yang berani seperti merah, kuning, dan hijau muda. Tetapi, tidak banyak yang tahu bahwa daerah penghasil batik di luar pulau Jawa ini memiliki lebih dari seribu motif berbeda dan terkemuka hingga ke mancanegara.  Di Pulau Madura sendiri, Anda bisa mengunjungi Kabupaten Pamekasan sebagai sentra kerajinan batik, karena kabupaten ini menjadi wilayah yang paling banyak memiliki perjain dan pengusaha batik.

Batik Kalimantan

Batik memang sangat identik dengan kebudayaan Jawa, tetapi tidak banyak yang tahu bahwa Kalimantan juga menjadi daerah penghasil batik dengan ciri khasnya sendiri. Sesuai dengan sejarah, batik Kalimantan tidak lepas dari cerita legenda yang telah menjadi budaya turun temurun.

Pada dasarnya, batik Kalimantan memiliki beberapa jenis motif batik berbeda yaitu sasirangan dari Kalimantan Selatan, Batik Benang Bintik dari Kalimantan Tengah, Batik Pontianak dari Kalimantan Barat, dan batik Shaho dari Kalimantan Timur. Rata-rata, semua batik ini memiliki perpaduan warna hijaun, merah muda, jingga, dan merah. Bila Anda yang suka warna-warna cerah pada pakaian Anda, rasanya batik Madura sangat cocok untuk Anda.

4 Kain Tradisional Indonesia Yang Belum Kamu Ketahui

Sebagai warga negara Indonesia, pasti Anda tau beberapa kain tradisional Indonesia yang populer seperti Batik, Songket, dan juga Ulos. Kain tradisional ini sendiri juga merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia yang sangat beragam. Selain ketiga kain yang disebutkan tadi, ada beberapa kain tradisional Indonesia yang kurang populer. Yuk, simak beberapa kain tradisional asal Indonesia yang mungkin belum Anda ketahui berikut ini.

Sasirangan

Tidak banyak yang tahu bahwa sukur Banjar di Kalimantan Selatan memiliki kain tradisionalnya sendiri, yaitu Sasirangan. Kain ini dibuat dengan teknik ikat celup dan memadukan beragam warna. Meskipun menggunakan teknik yang sama dengan tie dye, salah satu kain tradisional Indonesia memiliki motif yang lebih formal dan elegan, sehingga sangat cocok untuk digunakan di acara formal.

Tapis

Selain dikenal sebagai daerah agrobisnis, Lampung ternyata juga memiliki kain tradisional Indonesia yang tidak banyak orang ketahui. Memiliki motif yang khas, kain yang dinamai Tapis ini sangat jarang dibuat menjadi dress atau pun baju dalam bentuk lain, karena kain tersebut termasuk pakaian adat yang hanya dipakai pada momen-moment tentu. Karena ke ekslusifannya ini, satu buah kain Tapis memiliki harga yang cukup mahal, bisa mencapai jutaan rupiah. Oleh karena itu, rasanya saying jika kain semahal ini dibuat sebagai dress atau kemeja untuk digunakan sehari-hari, kan?

Grinsing

Jika Anda sering berlibur atau mengunjungi Bali, mungkin Anda tidak asing lagi dengan kain Grinsing. Salah satu kain tradisional Indonesia ini memiliki motif yang abstrak dan berbeda-beda pada setiap kainnya. Hal tersebut disebabkan karena pembuatannya masih menggunakan tenaga manual manusia. Bahkan, sebuah kain Grinsing memerlukan waktu 2-5 tahun untuk membuatnya. Jadi sudah bisa dipastikan harga kain masterpiece ini tidak akan murah. Tetapi, rasanya harganya sebanding dengan proses pengerjaannya. Setuju?

Sarung Bugis

Kata sarung mungkin identik dengan kain yang dipakai laki-laki muslim untuk beribadah, tetapi sarung termasuk ke dalam kain tradisional asal Bugis, lho. Sarung Bugis termasuk kain tenun yang spesial, karena terbuat dari benang sutera yang dipadukan dengan benang perak dan emas, sehingga sangat mencermintan kain tradisional Indonesia yang sangat mewah. Kain yang berasal dari tanah Makassar ini juga identik dengan perpaduan warna yang ceria dan motif kotak-kotak. Bisa dipastikan, saat Anda memakainya, maka penampilan Anda akan unik dan berbeda dari orang lain.

3 Baju Adat Indonesia Paling Populer

Membahas kekayaan Indonesia memang tidak ada habisnya. Mulai dari kekayaan alam hingga kekayaan budaya yang sangat beragam. Salah satu kekayan budaya Indonesia yang bisa Anda lihat adalah hadirnya baju adat Indonesia yang sangat beragam. Setiap daerah Indonesia, mulai dari Sabang hingga Marauke memiliki baju adatnya masing-masing. Dari puluhan baju adat yang di miliki Indonesia, di bawah ini adalah lima deretannya yang paling populer hingga ke mancanegara. Yuk, simak informasinya di artikel berikut.

Baju adat Aceh

Memiliki julukan sebagai Serambi Mekah, Aceh memiliki baju tradisional yang dinamai Ulee Balang. Pada awalnnya, baju adat Indonesia ini awalnya hanya di pakai oleh kaum bangsawan, karena bahannya yang mewah disertai sulam emas dan aksesoris berupa logam mulia asli. Rasanya tidak mungkin semua rakyat Aceh bisa menggunakan baju ini.  Baju ini pun memiliki dua jenis berbeda, untuk laki-laki dan perempuan, Linto Baro untuk laki-laki dan Daro Baro untuk perempuan.

Seiring berkembangnya zaman, baju adat tersebut dijenakan sebagai pakaian untuk resepsi pernikahan dengan adat Aceh. Kesan mewah dan glamor dari pakaian ini rasanya sangat pas dengan suasana gembira di hari istimewa.

Baju adat Yogyakarta

Di kenal sebagai salah satu kota yang masih Kendal dengan budaya, Yogyakarta termasuk daerah dengan baju adat Indonesia populer selanjutnya. Baju adat ini dinamakan dodotan. Dodotan ini sebenarnya adalah kain yang panjanganya 5 meter dengan motif smene raja. Sebagai pelengkpa, para wanita menggunakan Paes Ageng sebagai hiasannya. Tidak lupa tambahan aksesoris Blankon untuk pria dan sanggul untuk wanita.

Pakaian ini masih dikenakan sebagai pakai sehari-hari oleh orang-orang keraton. Tetapi, saat menggunakan pernikahan adat Yogyakarta, masyarakat pun bisa menggunakan pakaian adat Indonesia ini. Meskipun pakaian ini cukup rumit, sebenarnya setiap item memiliki filosofinya tersendiri.

Baju adat Kalimantan Utara

Menjadi provinsi paling muda di Indonesia, Kalimnatan Utara memiliki penduduk yang didonimasi oleh suku Dayak. Lokasinya yang berdekatan dengan provinsi Kalimantan Timur membuat kebudayaan provinsi ini terpengaruh, termasuk dalam baju adat. Sehingga, pakaian adat kedua provinsi ini memiliki kesamaan, mulai dari warna, bentuk, dan juga aksesoris yang digunakan. Meski memiliki kesamaan, ada dua perbedaan mencolok dari kedua baju adat Indonesia ini.