2 Kolektor Batik Asal Indonesia

Hobi orang memang bermacam-macam, mulai dari hobi memasak, hobi menggamabr, hingga hobi mengumpulkan barang-barang. Bagi mereka yang memiliki hobi mengumpulkan sesuatu, biasanya memilih benda-benda yang unik seperti barang antik, perangko, hingga kain nusantara yang langka. Berbicara kain nusantara, ternyata Indonesia memiliki kolektor yang gemar mengoleksi batik-batik langka. Para kolektor batik ini sengaja mengumpulkan batik karena suka dengan motifnya dan juga ingin menjadi sosok yang sangat Indonesia. Yuk, simak informasi mengenai dua kolektor batik asal Indonesia di sini.

Kusuma Danang

Kusuma Danang adalah pria berusia 37 tahun yang berasal dari Temanggung, Jawa Tengah. Dia sangat mencintai Indonesia, oleh karena itu dia membuktikan kecintaannya dengan cara mengoleksi batik yang ada di seluruh penjuru wilayah Indonesia. Alasannya memilih mengoleksi batik karena keindahan motif dan nilai seni yang tinggi dari setiap goresannya. Mulai mengoleksi batik dari tahun 1999, kolektor batik ini telah memiliki 70 batik dengan berbagai motif yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia. Koleksinya batiknya rata-rata berasal adri Yogyakarta, Cirebon, Semarang, Madura, hingga Papua.

Mengoleksi batik bukanlah pekerjaan yang mudah, Kusuma harus rela mengeluarkan uang yang tak terhitung lagi untuk mendapatkan kain batik yang diinginkannya. Bahkan, untuk sebuah kain batik, dia pernah mengeluarkan uang puluhan juta rupiah. Dari sekian banyak koleksinya, batik khas Imogiri Kabupaten Bantul lah yang menjadi favoritnya. Pasalnya, batik produksi daerah ini sangat halus dan memiliki nilai yang sakral.

Hartomo Sumarsono

Hartono Sumarsono adalah satu dari sekian kolektor batik Indonesia. Dia lahir di Arjawinangun, Cirebon 64 tahun lalu. Awalnya, ia hanya prihatin dengan eksistensi batik yang sering di klaim oleh negara asing. Untuk mencegah hal tersebut, Hartono berpikir untuk menjadi seorang kolektor batik dengan motif kuno agar tetap lestari. Sejak saat itu, dia mulai mengumpulkan kain batik dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, mulai dari Madura, Lasem, Kudus, hingga Banyumas. Tanpa terasa, saat ini jumlah koleksinya telah menyentuk anggka 1.000 batik.

Selain sebagai kolektor batik, Hartono menempuh jalan lain untuk melestarikan motif-motif batik kuno asal Indonesia. Dia bekerja sama dengan 40 pengerajin batik yang berasal dari Pekalongan untuk membuat ulang batik-batik langka ini. Setelah dua bulan, Hartono dan pengerajin batik lainnya terlah berhasil membuat 13 potong batik dengan motif langka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *